MATI (Sebenar-benarnya Arti)

Bila saatnya tiba,,
Kita tak lebih dari dedaun melayu,
Jatuh tercampak dibumi,
Walimah usia kepada senja yg pasti,

Kering dan mati,
Melebur diri menjadi bulir-bulir humus yg melahirkan kehidupan pengganti,

Bila saatnya tiba,,,
Kita tak lebih dari seonggok bangkai yang bersenggama dengan belatung,
Membusuk dan hancur,
Dibersatunya jasad dan tanah,
Pada setiap mata yg telah lupa arti kehilangan,
Serta mulai berasa letih menuai tangis,
Dan dunia akan lupa bahwa kita pernah ada,

Bila saatnya tiba,,
Kita hanyalah arwah yg akan meratapi kehidupan,
Membebani hari dengan penyesalan,
Sepi dan sunyi memeluk nisan,
Memenuhi tiap suara dengan pekik rintihan,

Demi saat yang pasti tiba,
Diwaktu tiada lagi yang berguna,
Pilar-pilar jariah tak mampu lagi menopang dosa,
Ditiap doa kerabat yg tak pernah ter-ijabah pula,
Pahala apalagi yg akan menghapus dahaga dialam baka,

Sebelum saat itu tiba,
Saat dimana masih bernyawa,
Saat dimana kehidupan memburu bahagia,

Ingatlah, roh dan jasad tak selamanya bersama,,
Manfaatkan selagi berguna,

Disini, Tiap-tiap kita tak hanya sekedar menunggu mati,
Tapi menjalaninya dengan sesuatu yang berarti,,
Sesuatu yang kelak menemani dan menerangi,
ketika kau terasing dan terlupakan dalam duniawi,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: