TUHAN

Dimana lagi aku harus mencarimu,

Tlah berganti musim habis waktuku,

Namun tak juga ku bertemu,

Debarku dalam risau,

Gentarku dalam galau,

Tanya ku pada warna nan semu,

Tentang Dimana dirimu,,?

Di dentang lonceng saat semua khidmat melagukan namamu,,

Di lehat jamaah saat suara memecah sepi meng-ikbarkan asmamu,,

Di tiap sunyi saat tapa menyatukan sukma pada kuasamu,,

Tak jua ku temui dirimu disitu,,!

Dahaga pun menderu,,

Di diamku heningnya termangu,

Tutur nurani menyeru merindu,,

Kepada siapa pun mereka menyebutmu,,!

Seperti apa pun mereka mencintaimu,,,!

Kaulah kuasa atas segala hendak-ku,

Kaulah pencipta dari segala Hak-ku,

Ku selipkan namamu didalam diriku,,

Cinta dan pujaku padamu malu-malu,,

Menjadi rahasia membatu,

Imanku,

Kiblatku,

Didentang lonceng para penyeru melagukan namamu,

Di-ikbar asma para sufi mengagungkan namamu,

Di-tapa sunyi pemuja merenungkan namamu,

Semua pun nampak berbeda,

Di ada yang nampak tiada,

Khidmat segala padamu jua,

Ku kutip sebuah rindu dari mereka,

Padamu atas segala kuasa,

Kaulah Dzat yang slalu sama & benar-benar ada,

Pada kami yang beraneka warna

Ku tahu kau tak pernah berbeda.

Aku tak pernah peduli siapa yang tersalib,

Aku tak pernah peduli seperti apa mereka menjamu ghaib,

Membenarkan dan menyalahkan mereka bagiku tak lagi wajib,,

Didua samudera kumencarimu,

Pada syariat dan hakikat yang ku ramu,

Jiwa melaut merambah angin yg meniup,

Tak sebangkai pun mati kembali hidup,

Laduni,

Laduni,

Laduni,

Ku tempuh semua didalam sendiri,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: