Dapatkah manusia merubah takdirnya,,?

Tiap-tiap manusia dikondisikan pada kehidupan, sikap, watak, dan pemikiran yang berbeda-beda. Ada kaya, miskin, lemah, kuat, jahat, baik dan lain sebagainya yang terkait dengan karakteristik kehidupan manusia.

Terkait hal itu pula tak kalah beragam pula bagaimana tiap-tiap manusia menanggapi kehidupannya, ada yang mengeluh, ada yang bahagia, ada yang sedih, ada yang benci, ada pula yang menyukai. Inilah aneka rasa yang sering kita alami dan kita lihat sendiri pada diri orang lain.

Suatu waktu seorang sahabat saya menceritakan sebuah keluhan hidupnya, yang mana dia merasa ada ketidak adilan TUHAN kepada dirinya, menurut dia, selama ini dia selalu melakukan pokok-pokok ibadah dengan baik, seperti sholat, puasa, zakat dan lain-lainnya, tapi dikehidupannya dia selalu merasa susah, bahkan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari pun sangatlah terasa sulit, lain waktu dia pun seperti bersikap pasrah dengan mengatakan “yah,, mungkin inilah takdir Tuhan kepadaku, dan saya harus menerima nasibku yang seperti ini,,”

Kawan,, Di Islam ada yang namanya Qada dan Qadar, yang diistilah kita sehari-hari sering disebut TAKDIR,,! Qada dan Qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib dipercaya. Dan menurut saya, nantinya keimanan ini akan melahirkan kesan negatif kalo seandainya disalah artikan dan menjadi suatu hal yang positif kalo benar-benar dimengerti.

Qada dan Qadar atau Takdir adalah Tiap-tiap ketetapan kejadian yang menjadi rahasia tuhan terhadap manusia dalam kehidupannya. Namun,, Apakah benar kalo takdir tidak bisa untuk dirubah,,? Trus untuk apa kita berusaha dan berdoa kalo seandainya memang benar TAKDIR tidak bisa dirubah,,?

Yang mengatakan TAKDIR bisa dirubah, itu BENAR,,! Yang mengatakan TAKDIR tidak bisa dirubah, juga BENAR,,! Karena pada dasarnya TAKDIR terbagi dua macam :

1. QADA MUBRAM ; yaitu Takdir yang menjadi ketetapan TUHAN, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, harus diterima, sebagai contoh : Umur seorang manusia,,!! mau tidak mau, suka tidak suka, tapi kenyataannya manusia tidak mampu menunda usia atau pun memajukan usia seorang manusia. Siapa yang mampu merubahnya,,?

2. QADA MU’ALLAQ ; yaitu Takdir yang ketetapannya bersyarat, digantungkan kepada usaha manusia dan bisa dirubah bila manusia itu sendiri telah memenuhi syarat-syarat sebagai alasan penetapannya, sebagai contoh : Manusia yang bodoh bisa pintar, kalo banyak berusaha untuk belajar,,,!! Seorang yang sakit bisa sembuh kalo minum obat yang tepat dan teratur,,!! Dalam hal ini Siapa saja boleh menentukan takdirnya, tergantung seperti apa usaha dalam meraihnya.

Dari jenisnya, ternyata Takdir bisa kita rubah dan ada pula yang tidak bisa kita rubah.

Jadi sudah jelas, kemiskinan, kesusahan, jati diri yang jahat bisa untuk dirubah karena masuk kategori Takdir yg dapat dirubah (qada mu’allaq). Merubah TAKDIR lama menjadi TAKDIR yang baru.

Tiada yang salah dalam ketetapan TUHAN dan tiada yang namanya ketidak adilan TUHAN,,! Hanya saja, Kitalah sendiri yang kurang adil dan kurang pandai dalam mempergunakan karunia TUHAN, berupa akal fikiran.

Toh ada yang kaya harta namun miskin kebahagiaan rumah tangganya, seperti itu pula miskin hartanya namun kaya kebahagiaan rumah tanggannya. Maka rubahlah yang ingin kau rubah, dan penuhi prasyaratnya.

Sikap tawakkal (berserah diri) dan pasrah adalah puncak ketika manusia sudah berusaha, namun kebanyakan manusia terlalu mempersingkat jangka waktu dalam berusaha dan memperpanjang jangka waktu tawakkal (berserah diri) dan pasrah.

Belum juga tubuh lelah berkeringat, sudah didahului keluhan doa berderai airmata. Harusnya Keluarkan dulu seluruh tenaga sampai tubuh berpeluh keringat, barulah akhiri dengan tangis munajat sebagai usaha mencapai puncak keridhoan nikmat dari TUHAN.

Apa yg mau dirubah kalo berusaha hanya 2 jam terus berdoanya sampe 8 jam,,?! Bukankah TUHAN takkan merubah nasib suatu kau sebelum kau itu sendiri yang merubahnya.

Bacalah,, dengan nama TUHAN-mu,, Bahwa Tiap karunia adalah sebuah kenikmatan yang kau ramu dengan komposisi keringat kerja keras dan derai air mata munajat ketawakkallan diri. Maka tiap sesuatunya akan bermuara pada keridhoan TUHAN,,!

Tiada hal yang lebih dahsyat, selain Keridhoan TUHAN dalam kerja keras kita atau pun usahamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: