Putusnya simpul titik temu antara membahagiakan dan terbahagiakan

Seseorang yang ingin membahagiakanmu, belum tentu benar-benar mengerti bagaimana cara membuatmu bahagia,,! Hal ini dikarenakan dia hanya berpatokan pada cara pandang searah saja, yaitu cara pandang dirinya sendiri terhadap orang lain, tanpa pernah tau dan mengerti seperti apa cara pandangmu tentang makna kebahagiaan itu sendiri. Ada titik garis lurus yg tdk saling bertemu, sehingga hal ini akan menjadi kisruh dan merembet menjadi konflik serius dalam sebuah hubungan.

Bukan karena tidak adanya ketulusan, bukan karena tidak adanya usaha dan kerja keras, tapi lantaran tidak adanya saling mengerti satu sama lainnya.

Yang pria selalu berusaha membahagiakan sang wanita, tapi si wanita tidak pernah merasa dibahagiakan,,! Orang tua yang selalu berusaha membahagiakan anaknya, tapi si anak tidak pernah bisa merasa dibahagiakan,,!

Berfikirlah,,, bukan karena tidak pernah berusaha membahagiakan, tapi lantaran tidak ada titik temu antara usaha dan keinginan serta kepuasan dari orang yang sedang diusahakan.

Yang sedang berusaha merasa tidak pernah dihargai usahanya, yang diusahakan merasa tidak pernah dibahagiakan. Maka itulah konflik yang sebenarnya. Padahal intinya adalah bagaimana menyambungkan titik temu tadi agar bisa selaras.

Ego, ambisi, ketidak syukuran, komunikasi bahkan kemungkinan besar dikarenakan adanya ketidak fahaman satu sama lain. Tapi ingat, tidak faham bukan berarti tidak pernah faham, hanya saja ada kefahaman yang bergeser disebabkan oleh pemikiran-pemikiran baru lantaran pengaruh berbagai kejadian dan peristiwa dalam hidup.

Seorang kekasih yang merasa menjadi tidak mengenal lagi pasangannya, orang tua yang merasa tidak mengenal lagi pemikiran anaknya atau sebaliknya. Maka kembalilah ketitik awal, kemudian ingat kembali bagaimana semuanya bermula. Bagaimana awal kenalan, bagaimana awal jatuh cinta, bagaimana awal sampai akhirnya sepakat untuk menjadi sepasang kekasih. Mungkin ada sisi lain yang tidak sempat kita kenali dari pribadi dia, sampai akhirnya sisi itu mengendap, dan akhirnya meluap seiring bergulirnya waktu.

Titik tidak temu, adalah hal yang wajar dan sering terjadi ketika manusia dengan manusia lainnya saling berinteraksi, maka sabar, pengertian, kejelian, dan pembelajaran tiap hal kecil yang terjadi adalah solusi yang bisa kita pilih bila mengalami kondisi seperti itu.

Jangan pernah memendam perasaan atas apa yang terjadi dan kejadian itu tidak membuatmu nyaman ketika menjalaninya, Ungkapkan, komunikasikan. Dan jangan banyak berharap semua orang mampu memaknai bahasa tubuh. Pergunakan lidah dan bibirmu untuk mengatakannya.

Sebagian pasangan akhirnya memilih berpisah lantaran kejadian seperti ini, timbul kejenuhan yang menciptakan keputus asaan. Padahal yang terjadi adalah ketidak temuan antara usaha dan kepuasan pada orang yang diusahakan.

Betapa besar pengaruh rasa syukur untuk bisa menghadirkan rasa saling mengerti.

Setangkai bunga untuk kekasih menjadi usaha untuk membahagiakan, tapi apakah ketika diberikan si penerima mampu mengerti perasaan yang terwakili oleh setangkai bunga itu sendiri,,,? Itulah pertanyaannya,, tidak semua orang bisa mengerti bahasa tubuh dan ungkapan perasaan yang terwakili oleh suatu hal atau penyerahan isyarat romantisme seseorang. Tidak semua,,

Timbul hasrat memberontak, timbul hasrat meninggalkan, timbul hasrat untuk khianat, itulah puncak dari titik tidak temu yang selalu dibiarkan.

Maka kenalilah dia lebih dalam, biasakan tersenyum pada hal sekecil apapun dalam usahanya. Bukan untuk memunafikkan diri dengan berlagak puas meski sebenarnya tidak puas, namun dikarenakan dorongan rasa saling mengerti dan menghargai satu sama lain.

Hidup ini akan hambar, bila kita hanya melaluinya dengan melihat sesuatunya dari satu sisi saja. Mustahil ada saling menghargai, saling mengerti, kalo didalamnya telah terjadi satu sisi pandang yang selalu ingin dimenangkan dan ditonjolkan. Kenalilah sisi lainnya, maknailah tiap hal yang terjadi, maka selanjutnya, titik tidak temu itu akan tersambung lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: