Kebanyakan kesesatan itu diKarenakan dorongan dalam diri kita sendiri

Kebanyakan orang menjadi sesat, bukan karena mereka tidak pernah mencari kebenaran, tapi karena mereka selalu mencari hal yang bisa membenar-benarkan kesalahan mereka dari orang-orang yang lebih dulu sesat dan tak pernah membuka hati mereka untuk keluar dari kesesatan itu sendiri.

Kebanyakan benci kian menjadi-jadi, bukan karena tidak pernah berpikir untuk berusaha menyukai, tapi karena terlalu menyukai perbincangan yang akan membenar-benarkan kebencian dengan orang-orang yang berjiwa benci, dan berhati penuh amarah.

Kebanyakan orang berlaku fitnah, bukan karena hati mereka menolak kebenaran dari orang lain, tapi karena mereka selalu mencari hal-hal & mendekati perbincangan orang-orang yang suka memperbincangkan keburukan orang lain. Maka mereka merasa nyaman dengan itu, dan membenar-benarkan fitnah itu dikarenakan keterbiasaan dalam perbuatan yang sama.

Kita semua berhak untuk memilih seperti apa diri kita, kita semua memiliki kuasa, untuk memilih seperti apa jiwa kita. Seperti apa Lingkungan membentuk kita, seperti apa keluarga memoles karakter kita, seperti apa sahabat, teman bahkan musuh sekali pun dalam mempengaruhi watak pribadi kita,,! tapi kita jua-lah yang berhak & berkuasa menentukan, apakah harus pasrah menuruti semua atau berusaha keluar dari dera hantaman “kejangkitan karakter” yang melanda jiwa & pribadi kita.

Si setia yang terkhianati cenderung untuk berkhianat, Si Jujur yang terbohongi cenderung untuk membohongi, itu juga menjadi realitas yang sering terjadi & kadang sangat kuat mempengaruhi karakter seseorang. Ketika amarah memuncak, dan tutur kata mulai bersumpah serapah, Keputus asa-an mulai mengalahkan sikap sabar, dan kebencian meleburkan pertahanan kebijakan diri, maka saat itu, Respon diri menjadi spontan tak terkendali, dan kemurnian hati kian bergeser untuk bersikap sama pada mereka yang datang seketika menyakiti. Inilah efek trauma negatif yang akhirnya mementahkan banyaknya kebaikan dikarenakan satu keburukan yang didapatinya.

Beberapa hal diatas adalah sebagian kejadian yang tak jarang kita jumpai dan alami dikehidupan sehari-hari.

Kawan,, sebagai manusia kita adalah ciptaan yang paling diutamakan dimuka bumi ini, ditakdirkan sebagai khalifah (pemimpin) untuk diri sendiri dalam artian kita harus mampu membawahi jiwa serta pikiran kita agar tak terjajah oleh hawa nafsu atau tertindas oleh trauma yang terjadi dalam diri kita,,!

Manusia adalah keterwakilan TUHAN,,! Sebagai mana TUHAN takkan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang merasa sadar dan berusaha merubah kenistaan menjadi sebuah kemuliaan. Seperti itulah kita sebagai manusia yang mustahil untuk merubah manusia lainnya bila ternyata ada rasa ketidak pedulian dalam diri manusia itu sendiri untuk merubah nasibnya (Nasib disini boleh diartikan sebagai hidup, jiwa atau karakter seseorang).

Manusia berhak & berkuasa untuk memilih menjadi baik atau pun jahat, manusia berhak & berkuasa untuk memilih masuk syurga atau pun neraka,,! Dan tiap-tiap pilihan harus menempuh prasyarat & proses yang mudah atau pun yang sulit untuk dijalani. Ingatlah pula, tiap pilihan memiliki konsekwensi yang wajib diterima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: