Dari GOSIP & berakhir pada “KANIBALISME”

Tiap hal yg baik selalu bersumber pada yang HALAL, dan tiap hal yg buruk bersumber pada yang HARAM,,,! Maka dari itu, dihidup kita ditekankan untuk mengkonsumsi sesuatu yang halal dan menjauhi yang haram agar tiap-tiap kebaikan & kebahagian akan selalu menyertai hidup. Namun ada kalanya tanpa kita sadari keharaman itu lebih sering kita konsumsi ketimbang sesuatu yg halal.

Dalam tulisan ini yang memiliki keterkaitan yaitu berupa makanan yang haram.

Kawan,,, Taukah kamu, Bahwa sebagai muslim ada makanan yg lebih haram dari pada babi, dari pada anjing,,! karena babi & anjing boleh dimakan kalo seandainya dalam keadaan genting, atau diwaktu benar-benar tidak ada lagi tersediannya makan & minuman yang menyelamatkan diri dari kelaparan yang akhirnya mengakibatkan kematian,,! Makan yg paling terlarang itu adalah MEMAKAN BANGKAI SAUDARA SENDIRI,,,!
( kanibal dong,, ๐Ÿ™‚ )

Selaku muslim saya ingin menyelipkan sesuatu yg nantinya akan menjadi pokok bahasan tulisan ini

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Suka kah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “ QS. Al-Hujurat (49) : 12

Memaknai ayat diatas maka yang saya garis bawahi bahwa memperbincangkan aib seseorang sama halnya memakan bangkai saudaranya sendiri. Dan tiap-tiap sangkaan kebanyakan berakhir pada fitnah.

Nah, kemudian timbul pertanyaan, bagaimana seandainya yg dipergunjingkan adalah sesuatu yg benar-benar terjadi,,? Jawabannya hal seperti itu adalah GHIBAH, sedangkan bila sesuatu itu yg tidak benar (tuduhan palsu atau fitnah) maka itu adalah BUHTAN, dan Buhtan sangat dimurkai oleh ALLAH.

Betapa Allah menyumpahi seorang penggunjing sampai-sampai turunlah surah Al-Lahab yg menceritakan kemurkaan Allah terhadap Al Lahab atau Abdul ‘Uzza bin Abdil Mutholib & istrinya yang bernama Ummu jamil karena seringnya menyebar fitnah untuk menjelek-jelekkan Rasul

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab : 1-5)

Kata pembawa kayu bakar boleh diartikan sebagai pembawa kehancuran & penyebab pertikaian/perselisihan yang bersumber dari bahan pembicaraan (Namimah)

Mengunjing, Ghibah, buhtan & fitnah tergolong dosa yg akan menghambat datangnya sebuah kebaikan didalam hidup kita. Relakah kita hidup dalam kemurkaan,,?

Lidah tak hanya harus bisa merasakan pahit, manis, asam/asin saja, tapi juga harus bisa merasakan seperti apa sakit hatinya seseorang ketika digunjingkan.

Mari sama merenung, hidup ini hanya sementara, kefanaan ini yg kalo tidak jeli bersikap akan membuat kita menjadi orang-orang yang akan merugi. Selami, renungi, sudah berapa banyak bangkai saudara kita sendiri yang telah kita makan dikarenakan lidah yang tidak terjaga,,??

Satu Tanggapan to “Dari GOSIP & berakhir pada “KANIBALISME””

  1. Nice Post. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: